Minggu, 02 November 2014

Kisah Kambing Kurban

Kisah Kambing Kurban
Kisah Kambing Kurban
Kisah Kambing Kurban - Alkisah ketika Nabi Adam as dan istrinya Siti Hawa tinggal di bumi, mereka berdua selalu dikaruniai oleh Allah swt. sepasang anak kembar. Pada saat itu syariat pernikahan adalah membolehkan menikah dengan saudara, karena memang tidak ada manusia kecuali mereka. Akan tetapi tidak diperbolehkan menikahi saudara kembarnya sendiri, hanya diperbolehkan menikahi kembaran saudaranya yang lain. - Kisah Kambing Kurban

Ketika anak Nabi Adam as yaitu Habil dan Qabil telah dewasa, beliau lalu memerintahkan kepada kedua anaknya itu untuk menikah. Habil menikah dengan saudari kembar Qabil dan sebaliknya Qabil menikah dengan saudari kembarnya Habil.

Qabil tidak menyetujui syariat Nabi Adam as itu akan tetapi ia ingin agar dinikahkan dengan saudari kembarnya sendiri, karena menurutnya saudari kembarnya itu lebih cantik dari pada saudari kembarnya Habil. Oleh karena itu sebagai syarat untuk menentukan siapakah yang akan menikahi saudari kembarnya Qabil, Allah swt mewahyukan kepada Nabi Adam as agar memerintahkan kedua anaknya itu untuk memberikan kurban.

Habil adalah anak Nabi Adam as yang pekerjaannya adalah peternak, dia mempersembahkan kurban seekor kambing (gibas) yang gemuk dan sehat. Begitu pula Qabil, dia  memberikan qurban apa yang dia hasilkan dari bertani, namun kurban yang diberikan oleh Qabil itu adalah qurban yang tidak layak alias sudah busuk.

Begitu kurban Habil dan Qabil telah dipersiapkan, maka terangkatlah kambing yang di qurbankan Habil keatas langit sebagai pertanda diterimanya kurban Habil. Qabil yang tidak menerima hal itu akhirnya berniat hendak membunuh saudaranya Habil. Sehingga terjadilah kisah pembunuhan berencana pertamakali dalam sejarah manusia yang tercatat didalam Alqur’an.

Kisah Kambing Kurban - Kisah yang serupa dengan Qabil dan Habil, Nabiyullah Ibrahim as juga telah diperintahkan oleh Allah swt. untuk berqurban. Hanya bedanya Allah memerintahkan Nabi Ibrahim untuk menyembelih putranya sendiri. Bertahun-tahun lamanya Nabiyullah Ibrahim belum juga dikaruniai seorang anak, setelah memiliki anak Nabi Ibrahim malah diperintahkan untuk mengorbankan anaknya yaitu Nabi Ismail as.

Alkisah ketika hari penyembelihan telah tiba, setelah peralatan untuk menyembelih pun sudah siap, Nabi Ismail pun dibaringkan. Namun, berkali-kali pisau yang digunakan untuk menyembelih anaknya Nabi Ismail selalu tidak pernah bisa mengeluarkan darah, bahkan untuk melukai Nabi Ismail pun tidak bisa. Hingga akhirnya Allah swt menggantikan kurban Nabi Ibrahim dengan seekor kambing (gibas).

Kambing (gibas) yang diberikan oleh Allah untuk menggantikan Nabi Ismail yaitu Kambing (gibas) yang pernah dipakai Habil anak Nabi Adam as dulu sewaktu berkurban. Sehingga kambing (gibas) tersebut telah dua kali dipergunakan untuk berkurban kepada Allah swt. Semoga kita semua juga dapat berkurban kepada Allah swt dengan ikhlas, sehingga kelak Allah swt memberi ganjaran yang lebih besar dari apa yang kita kurbankan..Amiin. Kisah Kambing Kurban


SHARE THIS

Author:

Terima kasih telah berkunjung di web sederhana ini. Silahkan share artikel yang ada namun tidak diizinkan menngcopy paste dalam bentuk apapun. Berkomentarlah dengan baik dan dilarang menaruh link aktif di dalam komentar.

1 komentar:

  1. Amin ya Robbal Alamin,...
    Ternyata Allah sudah merencanakn semua apa yang belum manusia ketahui,..

    BalasHapus