Selasa, 04 November 2014

Hukum shalat orang yang bertato Apakah shalatnya sah atau tidak?

Shalat Orang Yang Bertato
Hukum shalat orang yang bertato
Hukum shalat orang yang bertato - Mungkin sebagian dari kita pernah bertanya-tanya, bagaimanakah shalat orang yang bertato. Apakah shalatnya sah atau tidak?..dan bagaimanakah jika meninggal, apakah tato tersebut harus dihilangkan atau tidak. Berikut penjelasan mengenai hukum shalat orang yang bertato.

Hukum shalat orang yang bertato menurut Ustadz Muhibbul Aman Aly rubrik Cahaya Nabawi dalam bab Istifta' tentang hukum shalat orang yang bertato:

"Apabila tato tersebut dilakukan dengan cara memasukkan jarum yang kemudian diberi zat pewarna seperti cara yang umum dilakukan, maka hukumnya haram dan shalatnya tidak sah karena terdapat zat pewarna yang najis sebab tercampur dengan darah. Oleh karenanya harus segera dibersihkan.

Apabila menurut dokter dapat membahayakan, maka dimaafkan untuk shalat dan tidak wajib dihilangkan. Apabila orang yang bertato ini meninggal, menurut sebagian ulama tato ini tidak boleh dihilangkan karena dapat melukai mayat. Namun menurut sebagian ulama yang lain boleh (tidak wajib) dihilangkan. Lihat Hasyiyah Assyarwani 'Ala Tuhfatu al-muhtaj hal:127 juz:II.

Demikian penjelasan singkat mengenai masalah Hukum shalat orang yang bertato ini, semoga dapat bermanfaat.


SHARE THIS

Author:

Terima kasih telah berkunjung di web sederhana ini. Silahkan share artikel yang ada namun tidak diizinkan menngcopy paste dalam bentuk apapun. Berkomentarlah dengan baik dan dilarang menaruh link aktif di dalam komentar.

0 blogger-facebook-disqus: