Minggu, 03 September 2017

Hukum Adzan Perempuan dan Syarat Muadzin

hukum-adzan-perempuan-dan-syarat-muadzin
Hukum Adzan Perempuan dan Syarat Muadzin
Hukum Adzan Perempuan - Apa hukum seorang wanita (Baligh) adzan dan bagaimana hukum menjawab adzan tersebut?. Menurut pendapat yang kuat, hukum adzan adalah sunnah. Namun dalam permasalahan yang adzan adalah perempuan hendaknya kita mengetahui syarat-syarat menjadi muadzin terlebih dahulu.

Syarat orang yang mengumandangkan adzan (Muadzin) yaitu :
  1. Islam - Non Muslim tidak sah menjadi Muadzin
  2. Tamyiz - Anak kecil yang belum Tamyiz (berumur dibawah 7 tahun) atau orang yang gila, tidak sah menjadi muadzin
  3. Laki-laki - Perempuan tidak sah menjadi muadzin

Perbedaan Adzan dan Iqomah/Qomat - Berbeda halnya dengan Iqamah/Qomat yang disunnahkan bagi laki-laki dan perempuan. Perbedaannya, dalam adzan disunnahkan dengan mengeraskan suara sedangkan Qomat dilakukan dengan suara yang tidak keras.

Adzan ditujukan untuk memberi tahu masuknya waktu shalat jepada masyarakat, sementara qomat dimaksudkan mengajak kepada jamaah yang hadir untuk melaksanakan shalat.

Oleh sebab itu perempuan tidak boleh menjadi Muadzin, sebab dikhawatirkan suaranya dapat mengundang fitnah bagi yang mendengarkannya.

Disamping itu disunnahkan bagi orang lain untuk melihat kepada muadzin, padahal wajah perempuan termasuk  aurat yang wajib ditutup dari pandangan laki-laki yang bukan mahramnya. (rujukan: Tuhyatul Muhtaj, juz 1, hal.467) - Hukum Adzan Perempuan dan Syarat Muadzin


SHARE THIS

Author:

Terima kasih telah berkunjung di web sederhana ini. Silahkan share artikel yang ada namun tidak diizinkan menngcopy paste dalam bentuk apapun. Berkomentarlah dengan baik dan dilarang menaruh link aktif di dalam komentar.

0 blogger-facebook-disqus: