Kamis, 14 September 2017

Kembali Kepada Sunnah dan Jauhi Bid'ah

Kembali Kepada Sunnah dan Jauhi Bid'ah - Maraknya Slogan "Kembali Kepada Sunnah dan Jauhi Bid'ah" menyeruak menyerukan umat muslimin sejati kepada yang Haq dan meninggalkan kebatilan. 100 Persen orang Islam menyetujui dan membenarkan suatu hal yang menyangkut keislaman seseorang itu. Sabda Rasulullah S.A.W. :

عَلَيْكُمْ بِسُنَّتِيْ وَسُنَّةِ الْخُلَفَاءِالرَّاشِدِيْنَ الْمَهْدِيِّيْنَ مِنْ بَعْدِيْ تَمَسَّكُوْا بِهَا وَعَضُّوْا
عَلَيْهَا بِالنَّوَاجِذِ وَإِيّاكُمْ وَمُحْدَثَاتِ الْأُمُوْرِ فَإِنَّ كُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌوَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ

“Kamu semua harus berpegang teguh pada sunnahku (setelah Al-Qur’an) dan sunnah Khulafaurrasyidin yang mendapatkan petunjuk Allah sesudahku, berpeganglah dengan sunnah itu, dan gigitlah dengan gigi geraham kalian sekuat kuatnya, serta jauhilah perbuatan baru (dalam agama), kerana setiap perbuatan baru itu adalah bid’ah, dan setiap bid’ah itu sesat” (H.R. Abu Daud dan Tirmizi

Bagi Muslimin sejati slogan kembali kepada sunnah benar sekali dan tidak ada yang meragukannya. Bahkan jika kita tidak mengikuti sunnah, kita bisa menjadi orang yang sesat dan hilang pegangan bahkan tidak selamat didunia dan akhirat. Namun pertanyaannya sekarang adalah Apa itu Sunnah? dan Apa itu Bid'ah?. Umat Islam yang baru belajar tentang agama adalah yang paling cepat menerima makna slogan "Kembali kepada sunnah" ini.

Menyikapi seruan kembali kepada sunnah dan jauhi bid'ah ini perlu adanya pemahaman yeng lebih. Kata "Kembali", seolah-olah menyatakan bahwa umat Islam khususnya di Indonesia ini telah lama "Menjauh" dari Sunnah. Berarti Umat Islam selama ini dari kurun ratusan tahun dalam mengerjakan amalan atau menjalankan syariat Islam lepas dari tuntunan Syari'at?.

Tidak ada satupun golongan dari kurun ke kurun waktu yang menyerukan slogan ini setelah datang satu golongan yang mengatas-namakan Ahlussunnah Wal Jamaah, namun dalam pedoman syariat jauh dari ulama ahlussunnah. ( Baca : Siapa Ahlussunnah Wal Jamaah ). Sayidina Ali bin Abi Thalib menyatakan bahwasanya dia mendengar Rasulullah saw bersabda:

”Pada akhir zaman nanti akn muncul kaum berusia muda (ahdasul asnan) berpikiran pendek (sufahaul ahlam), mereka memperkatakan sebaik-baik ucapan kebaikan, mereka membaca Al-Quran tetapi bacaan mereka itu tidak melebihi (melampui) kerongkongan mereka, mereka memecah agama sebagaimana keluarnya anak panah dari busurnya maka dimanapun kamu menjumpainya maka perangilah mereka sebab dalam memerangi mereka terdapat pahala disisi Allah pada hari kiamat kelak. ” (Sahih Bukhari/6930, Sahih Muslim/2462, Sunan Abu Daud/4767, Sunan Nasai/4107 Sunan Ibnu Majah/168, Sunan Ahmad/616 ).

Menuntut Ilmu di Internet

Bolehkah menuntut ilmu di internet, seperti di Facebook, Youtube, Twitter atau blog?. Seorang penuntut ilmu baiknya mencari guru yang sanad keilmuannya sampai kepada Rasulullah S.A.W. Ilmu dan kitabnya pun harus bersanad. Sanad inilah kunci terbaik dalam menuntut ilmu, yang melepaskan diri dari keragu-raguan serta terhindar dari faham yang sesat.

Lalu bagaimana menyikapi tulisan-tulisan mengenai ilmu agama di internet seperti tulisan yang sedang anda baca saat ini?. Bukankah menuntut ilmu itu amalan ibadah (Bid'ah Hasanah)? - Mintalah petunjuk Allah SWT. agar diberi hidayah dalam memahami ilmu yang sedang dikaji. Lihatlah sumber tulisan dan pengarang, jikalau ada yang tidak dipahami alangkah baiknya bertanya kepada yang ahlinya.

Kembali Kepada Sunnah dan Jauhi Bid'ah
Berikut ini AQIDAH ISLAM merekomendasikan seorang ulama dan penceramah yang akhir-akhir ini populer. Beliau adalah seorang Ahli hadits, sesuai kajian judul artikel yang anda baca "Kembali Kepada Sunnah dan Jauhi Bid'ah" ini.

Jika anda akan mengkaji ilmu fiqih dengan dalil-dalil yang lengkap, tidak sepotong-sepotong sebagaimana anda ingin kembali kepada sunnah. Tontonlah video beliau di youtube, save / simpan sebanyak-banyaknya atau baca tulisan-tulisan di blog beliau. Beliau adalah USTAD ABDUL SOMAD Lc.MA seorang kalahiran Riau Sumatera.

Berikut Link Ust. Abdul Somad Lc.MA :

  • Blog Ust. Abdul Somad Lc.MA : http://somadmorocco.blogspot.co.id/
  • Facebook Ust. Abdul Somad Lc.MA : https://www.facebook.com/UstadzAbdulSomad/
  • Youtube - silahkan ketik kata kunci : Ceramah Ust. Abdul Somad Lc.MA.

Mengapa penulis menyarankan Ustadz Abdul Somad Lc.MA., dikarenakan beliaulah yang mungkin paling cocok bagi penuntut ilmu dizaman seperti ini setelah Alm. KH. Zainuddin MZ tiada. Menurut penulis, Beliau adalah ulama yang sangat cerdas, berwawasan, sanad keilmuan yang tak diragukan lagi. Lulusan ilmu hadits kairo Mesir, berakhlak dan bersahaja. Dan yang terpenting adalah penyampaian ilmu yang berdasarkan dalil lengkap beserta sanad-sanadnya yang tak dijumpai oleh orang yang juga bergelar "Ustadz" lainnya. - Kembali Kepada Sunnah dan Jauhi Bid'ah. Wallahu A'lam Bissowab.


SHARE THIS

Author:

Terima kasih telah berkunjung di web sederhana ini. Silahkan share artikel yang ada namun tidak diizinkan menngcopy paste dalam bentuk apapun. Berkomentarlah dengan baik dan dilarang menaruh link aktif di dalam komentar.

4 komentar:

  1. Kenapa anda menyarankan ke Ustad Abdul Somad, padahal dalam membahas peroaalan tentang apakah orang tua Nabi Saw di surga atau dineraka dan masalah apakah yasinan apakah bid'ah atau bukan saja, saya orang biasa saja bisa menunjikkan kesalahan nya, sungguh untuk menunjukkan kebenaran dalam Islam itu yang dibutuhkan hujah bukan asal tunjuk ustad, jika demokian itulah yang disebut taqlid.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jangan sombong dulu kawan.. Beliau itu ahli hadits yang sanad keilmuannya tidak diragukan dibanding orang biasa macam ente. Tidak keluar dari mulutnya fatwa sekehendak nafsu melainkan dalil yang lengkap dan dari pendapat para ulama terdahulu (Salaf Asli). Tidak ada yang melarang jika ente tidak sependapat. Tapi ente juga tidak punya hak melarang kami menyarankan Ust. Abdul Somad sebagai Ustad rujukan menimba ilmu dijaman abu-abu sekarang ini.

      Hapus